Resesi merupakan keadaan dimana aktivitas ekonomi menurun secara signifikan dalam waktu yang lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Resesi ekonomi pernah terjadi di tahun 2020 akibat pandemi Covid – 19, yang menyebabkaan lapangan pekerjaan berkurang dan banyak pegawai yang dirumahkan, bahkan di PHK.

Resesi biasanya ditandai dengan beberapa hal. Pertama, pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh ketidakstabilan investasi, konsumsi, pendapatan dan pengeluaran nasional. Kedua, kegiatan produksi dan konsumsi yang tidak seimbang. Kegiatan konsumsi yang lebih banyak, mendorong peningkatan kegiatan impor. Ketiga, kegiatan impor-ekspor negara. Ketika impor lebih besar daripada ekspor, terdapat resiko defisit anggaran, sehingga berpotensi menyebabkan resesi. Keempat, lapangan kerja berkurang, jumlah pengangguran pun berpotensi meningkat. Jika pengangguran meningkat, kriminalitas pun berpotensi meningkat. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan investor terhadap perusahaan di Indonesia, sehingga aktivitas produksi berpotensi menurun.

Untuk menghadapi resesi, kamu dapat mempersiapkan beberapa hal ini:

1. Punya cash flow yang baik

Kunci dari cash flow yang baik adalah financial planning yang baik. Untuk mempersiapkan financial planning yang baik, kamu perlu mengenali keadaan finansialmu terlebih dahulu. Kamu dapat memulainya dengan membuat daftar pemasukan, pengeluaran, dan tagihan atau cicilan yang perlu kamu bayar. Setelah itu, kamu dapat melanjutkannya dengan mebuat financial planning sesuai kondisi keuanganmu.

2. Wajib punya dana darurat dan asuransi

Bagaimanapun kondisinya, kebutuhan pokok tetap perlu dipenuhi. Namun, terkadang ada beberapa situasi yang mendesak sehingga membuat cash flow menjadi tidak beraturan. Maka dari itu, kamu perlu mempersiapkan dana darurat dan asuransi untuk mengantisipasi jika terjadi situasi-situasi mendesak. Untuk mempersiapkannya, kamu dapat memasukkan dana darurat dan asuransi sebagai salah satu pos pengeluaran dalam financial planningmu.

3. Hindari utang jangka panjang

Saat terjadi resesi, suku bunga bank akan naik cukup signifikan. Maka dari itu, tidak disarankan untuk mengambil pinjaman jangka panjang, terlebih untuk hal yang tergolong konsumtif.

Namun, kalau situasi kamu belum ideal dan masih membutuhkan pendaan, coba perhatikan beberapa tips menjaga pinjaman kamu tetap sehat dari AdaKami yang bisa kamu dapatkan dari sesi Instagram Live #AdaEducation setiap bulannya di @adakami.id. Penting kan melakukan financial check up? Sebagai langkah awal tau bagaimana kondisi finansialmu sekarang. Yuk mulai bergerak!